
Sambas — Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik serta memperkuat kualitas pendidikan vokasi, Bapak Rizal Muhammad, S.T., guru pengelasan SMK Negeri Unggulan Sambas, mengikuti Program Kredensial Mikro Guru SMK yang berkolaborasi dengan Kampuh Welding Cikarang melalui kegiatan Diklat Pengelasan 1G Gas Tungsten Arc Welding (GTAW).
Kegiatan yang berlangsung pada 12–24 Oktober 2026 di Kampuh Welding Cikarang ini menjadi kesempatan bagi guru untuk memperdalam pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan teknis di bidang pengelasan, khususnya pada proses GTAW posisi 1G.

Program Kredensial Mikro Guru SMK merupakan salah satu upaya pengembangan kompetensi guru kejuruan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kolaborasi dengan mitra industri, guru memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan penguasaan kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan standar pekerjaan di bidang keahliannya.
Dalam kegiatan diklat ini, fokus pembelajaran diarahkan pada proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), yaitu salah satu metode pengelasan yang menggunakan elektroda tungsten tidak terkonsumsi dan gas pelindung untuk menghasilkan sambungan las. Kompetensi ini memiliki penerapan dalam berbagai sektor industri yang membutuhkan ketelitian dan kualitas hasil pengelasan.
Keikutsertaan Bapak Rizal Muhammad, S.T. dalam program ini menjadi langkah penting dalam pengembangan profesionalisme guru, khususnya dalam memastikan materi dan praktik pembelajaran di sekolah tetap selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti diklat diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran kompetensi keahlian pengelasan di SMK Negeri Unggulan Sambas. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, serta sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
SMK Negeri Unggulan Sambas terus berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pengembangan profesional dan kolaborasi dengan dunia industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan lulusan SMK yang kompeten, terampil, adaptif, dan memiliki daya saing di dunia kerja.
Guru kompeten, pembelajaran berkualitas, lulusan siap menghadapi tantangan industri.



